Astra Zeneca Hentikan Uji Klinik Vaksin Covid

Written by Rumano on June 21, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Jika Anda masih ragu untuk menjalani vaksinasi karena kondisi kesehatan Anda, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan saran dan informasi yang benar. Bijaklah dalam memilih informasi agar tidak termakan isu-isu vaksin COVID-19 yang berpotensi mengganggu keberhasilan program vaksinasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca dan Majelis Ulama Indonesia pun sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin ini halal untuk digunakan. Vaksin AstraZeneca cukup efektif untuk memberikan perlindungan terhadap COVID-19.

Hal itu diduga adanya sindrom pembekuan darah yang banyak dilaporkan usai masyarakat diberi vaksin asal Inggris itu. Menyusul pernyataan WHO, regulator obat-obatan di Eropa dan Inggris menyatakan manfaat dari vaksin COVID-19 AstraZeneca jauh melebihi resikonya. Namun, untuk langkah antisipasi, mereka menyatakan akan memperbarui panduan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Untuk itu, pemerintah akan melanjutkan program vaksinasi COVID-19 dengan AstraZeneca karena vaksin tersebut dinilai lebih besar manfaatnya daripada risikonya. Badan Pengawas Obat dan Makanan sendiri sudah menerbitkan Emergency Use Authorization atau izin penggunaan darurat untuk vaksin Astrazeneca pada 22 Februari 2021. Untuk diketahui Lebih dari 1,1 juta dosis vaksin buatan Oxford-AstraZeneca telah tiba di Indonesia Senin sore.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

“Jadi, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu-ragu mengikuti program vaksinasi,” tegasnya. Ia menegaskan jangan ada lagi keraguan dari masyarakat untuk vaksinasi COVID-19. Dalam cuitannya di akun Twitter,@ProfZubairi, vaksin AstraZeneca memang dianggap cukup menyita perhatian dibanding vaksin COVID-19 lainnya.

Setelah adiknya meninggal, Viki menyebut kakaknya atau anak kedua sempat meminta keterangan soal vaksin AstraZeneca. Namun Anda harus mencoba dan memisahkan apakah semuanya terkait dengan vaksin atau tidak. Tapi di Mbao, Senegal, situs vaksinasi tampak kosong selama beberapa hari.

Namun, belakangan, dugaan itu ditepis setelah panel WHO yang berisikan 12 pakar mengkaji kembali knowledge keamanan vaksin AstraZeneca dari Eropa, Inggris, India, dan dari WHO sendiri. Berkomunikasi dengan AstraZeneca, ia mendesak agar pihak perusahaan juga melakukan studi lebih lanjut terkait risiko dan manfaat vaksin Corona mereka pada usia di bawah 55 tahun. Terakhir, MUI memperbolehkan vaksin AstraZeneca karena pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis-jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan.

Sejauh ini belum ada efek samping vaksin yang dilaporkan, selain reaksi regular yang khas. Pada fase uji klinis, unsur aktif BNT162b2 dari perusahaan BioNTech dari Jerman dan Pfizer dari AS tidak menunjukkan efek samping serius. Tapi setelah mendapat izin, vaksin mRNA ini tunjukkan reaksi alergi berat pada beberapa orang, bahkan tiga mengalami gejala syok anaphylaktis. Misalnya, hindari mandi di malam hari jika memang Anda sedang sakit atau tubuh sedang tidak fit.

Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin hasil kerja sama Universitas Oxford dan perusahaan farmasi di Inggris, yaitu AztraZeneca. Vaksin ini mengandung virus hasil rekayasa genetika dari virus flu biasa yang tidak berbahaya. Namun, survei yang dirilis pada Hari Senin 22 Maret menunjukkan, orang-orang di tujuh negara Eropa lebih cenderung melihat vaksin itu tidak aman. Dalam survei yang dilakukan YouGov terhadap eight ribu orang di tujuh negara Eropa.

Comments are closed.