Astrazeneca Tegaskan Vaksinnya Tak Mengandung Babi

Written by Rumano on July 23, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Vaksinasi covid-19 penting untuk meningkatkan imunitas manusia terhadap serangan virus korona yang mematikan, yang sampai kemarin telah membunuh 1,5 juta lebih manusia di muka bumi. Tak diragukan vaksin Sinovac dan lainnya sangat penting untuk menyelamatkan kehidupan manusia. Logikanya, bila sesuatu yang jelas-jelas haram jadi halal dalam situasi darurat, sesuatu yang belum jelas haramnya semestinya otomatis halal dalam situasi serupa.

Sinovac disuntikkan pada penerima dalam dua dosis dengan rentang waktu 14 sampai 29 hari. Perusahaan juga menyampaikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa satu dosis vaksin buatannya bisa mengurangi risiko rawat inap hingga 94 persen pada orang dalam semua kelompok umur, termasuk mereka yang berusia eighty tahun ke atas. Selain itu, dalam pesan itu disebutkan pula vaksinasi merupakan bagian dari sindikat perdagangan gelap internasional yang belum jelas arahnya.

Vaksin Sinovac babi

“Penting untuk dicatat bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca, merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasi oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris,” kata pihak AstraZeneca. Kemudian ditambahkan Atoillah bahwa, pilihan untuk “pot” ini jatuh pada sel 293 yang dulu pada dekade 1973-an merupakan sel dari janin yang kemudian dibuat menjadi sel “abadi”. Dan hingga kini, 48 tahun kemudian, sel ini telah diperbanyak dan dipakai di ratusan bahkan ribuan penelitian vaksin, obat, maupun rekayasa genetik. Hal ini menjawab isu hoaks, tak ada ribuan atau jutaan janin yang digunakan untuk memproses jutaan dosis vaksin. RIAUONLINE, PEKANBARU- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menyampaikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat di Riau masih menggunakan vaksin Sinovac. Karena, vaksin Sinovac tidak memanfaatkan dan menggunakan intifa’ atau intifa’ babi dan bahan yang tercemar babi serta turunannya.

Status hukum HARAM tapi BOLEH bagi telinga masyarakat yang tidak terbiasa dengan diskursus fiqh memang mengagetkan dan membingungkan. Meski MUI dalam lembar fatwanya sudah memberikan penjelasan apa dan mengapa “terpaksa” keluar standing hukum itu tapi penjelasan panjang lebar dengan dasar argumentasi yang logis argumentatif beserta data-data ilmiah tetap saja sudah tidak menarik. Namun, para peneliti mengatakan, vaksin bernama CoronaVac itu dapat memberikan perlindungan yang cukup, berdasarkan pengalaman mereka dengan vaksin lain dan information dari studi praklinis terhadap kera. MATA INDONESIA, JAKARTA-Vaksin covid-19 yang didatangkan ke Indonesia tengah di proses sertifikasi halalnya oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia . Mantan Walikota Surabaya mengaku sama sekali tidak memiliki niat untuk menjadi calon presiden.

Namun belakangan, pihak AstraZeneca membantah vaksin Corona mereka mengandung unsur babi. Disusul pernyataan vaksin yang sudah digunakan di sejumlah negara muslim seperti Arab Saudi hingga Kuwait. Sinovac Biotech juga telah meninjau pelaksanaan uji klinis vaksin fase III di Bandung. Sementara, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, usai mengikuti rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi, menyampaikan tidak terdapat laporan terkait relawan yang ikut uji klinis vaksin Sinovac fase III mengalami efek samping berat. Data Satgas Covid-19 menyebutkan dari enam hingga tujuh orang yang berkerumun, ada satu yang terdeteksi positif virus corona. “Pemerintah wajib terus mengikhtiarkan ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci,” ujar Niam.

Comments are closed.