Mui Haramkan Vaksin Astrazeneca Karena Mengandung Babi

Written by Rumano on July 21, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Ahmad pun memaklumi jika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan negara Islam lain memfatwakan vaksin AstraZeneca halal. Berdasarkan penelusurannya, mereka memang tidak menelusuri vaksin itu sampai sejauh MUI. Di sisi lain, Ahmad juga tak menyalahkan MUI sebab standarnya memang memeriksa hingga ke detail terkecil dan MUI harus konsisten terhadap standar yang dibuatnya sendiri.

Penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air membutuhkan pelibatan masyarakat. Hal ini membutuhkan komunikasi dengan bahasa sederhana agar mereka paham. Dia juga kemudian menjelaskan 5 kaidah yang menjadi pertimbangan dalam menentukan halal dan haramnya suatu vaksin. Kaidah-kaidah ini beliau sarikan dari berbagai dalil yang ada di dalam Al-Quran dan Hadist. Pendistribusian AstraZeneca sebanyak 1,1 juta akan dilakukan paling lambat akhir Maret setelah kantongi izin BPOM.

Vaksin Astrazeneca babi

AstraZeneca tegaskan vaksinya tidak mengandung ataupun bersentuhan dengan unsur hewani. Lewat penelusuran tersebut, didapatilah kesimpulan bahwa proses produksi vaksin AstraZeneca menggunakan zat yang berasal dari babi. Hal tersebut sudah dikonfirmasi Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris. Ditegaskan mereka, semua tahapan produksi vaksin AstraZeneca tidak ada satupun yang memanfaatkan produk turunan babi. Meski demikian kata Maratua, MUI Sumut dalam salah satu poin fatwanya telah menyatakan bahwa penggunaan Vaksin ini dibolehkan dalam kondisi darurat.

Ketua MUI, Kiai Cholil Nafis, menjelaskan, dalam fikih Islam, istilah ‘halal’ berbeda dengan istilah ‘boleh’ untuk memenuhi kebutuhan mendesak. AstraZenecadapat digunakan di Indonesia dan mengantongi izin penggunaan darurat . Vaksin AstraZeneca dinilai memiliki lebih banyak manfaat ketimbang risiko yang dihasilkan. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca untuk Kaltim dijadwalkan tiba pada Jumat, 26 Maret 2021. Yang jelas, para petugas keamanan akan menjadi kelompok prioritas penerima AstraZeneca.

Kondisi saat ini sendiri yang masih dalam masa pandemi covid-19 sendiri masih diyatakan masuk dalam kategori darurat tersebut sehingga masyarakat dapat menggunakan vaksin tersebut. Umat islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkan kekebalan kelompok. Berdasarkan hasil kajian Majelis Ulama Indonesia dengan pihak terkait lainnya ternyata vaksin Covid-19 AstraZeneca haram karena mengandung zat yang berasal babi. Muti menerangkan, mereka melakukan kajian bahan dan proses pembuatan vaksin dari dossier di BPOM, kemudian melakukan kajian dari publikasi ilmiah. Ditanya mengenai kandungan tripsin babi di AstraZeneca, Rizal tak mau ambil pusing.

Dengan begitu, proses audit tidak dilanjutkan ke pabrik sehingga laporan hasil kajian langsung diserahkan ke Komisi Fatwa MUI untuk ditetapkan status halal-haramnya. Atoilah kembali menjelaskan, tripsin babi yang digunakan dalam proses pembuatan vaksin AstraZeneca dilakukan pada proses awal penanaman untuk menumbuhkan virus pada sel inang. Liputan6.com, Jakarta – Ahli virologi Anita Artarini mengungkapkan bahwa produk jadi vaksin AstraZeneca tidak mengandung babi. Anita mengatakan proses produksi vaksin AstraZenecatidak menggunakan bahan yang merupakan turunan babi. Ketersedian vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Comments are closed.