Penggunaan Vaksin Astrazeneca Dilanjutkan

Written by Rumano on July 9, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Yang lebih berisiko justru mereka yang pernah mengalami heparin-induced thrombocytopenia and thrombosis , namun kejadian ini pun sangat jarang. Namun demikian, untuk kehati-hatian, ada baiknya mereka yang punya riwayat pembekuan darah tidak menggunakan vaksin jenis ini. Penny menyampaikan hasil uji klinik yang dilakukan di luar negeri menunjukkan efek samping yang paling sering dilaporkan yakni berupa reaksi lokal seperti nyeri saat ditekan, nyeri, kemerahan, gatal dan pembengkakan. Dihentikannya penggunaan batch CTMAV457 itu sambil menunggu hasil investigasi, dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua pekan. Wiku Adisasmito menambahkan, laporan efek samping vaksin AstraZeneca lainnya yang berskala ringan sampai sedang ditangani di fasilitas kesehatan terdekat. Penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 sebagai bentuk upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini.

“Sebagai pelaksanaan uji coba international, terkendali, dan berdasarkan standar proses, kami akan menunda vaksinasi untuk meninjau kembali knowledge keamanan,” jelas mereka. “Sejauh ini jumlah kasus efek samping sangat, sangat rendah. Tapi kami akan meninjau kembali semua kasus efek samping di India, untuk melihat apakah ada yang melibatkan penggumpalan darah,” ucap Arora. Organisasi Kesehatan Dunia telah merespons kekhawatiran ini, dan mengatakan sejauh ini tidak ada alasan kuat untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Kemudian gejala yang ditemukan pada 1 banding 10 orang antara lain; bengkak hingga benjol di tempat suntikan, demam, muntah atau diare, radang tenggorokan, pilek hingga batuk.

Pengambilan keputusan persetujuan dikeluarkannya EUA berdasarkan rekomendasi dari hasil rapat pleno Komite Nasional Penilai Obat dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization . Penderita wasir atau ambeien biasanya datang ke rumah sakit untuk meminta penanganan ketika kondisinya sudah dalam stadium lanjut/parah. Lebih baik sulit di awal, tetapi saat diproduksi, beredar, dan diberikan ke masyarakat, efektivitasnya maksimal dan tidak ada efek samping karena sudah dievaluasi lebih dulu. Bersama dengan perusahaan lainnya, seperti BioNTech, GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, Merck, Moderna, Novavax, Pfizer, dan Sanofi, tidak mau terburu-terburu untuk langsung memproduksi massal dan mengaplikasikannya pada masyarakat dunia. Percobaan vaksin oleh perusahaan farmasi AstraZeneca yang berkolaborasi dengan Oxford University, Inggris, harus dihentikan sementara waktu. Sejauh ini, tidak ada kasus penggumpalan darah yang diakibatkan vaksin AstraZeneca di India.

Efek samping dari vaksin Astrazeneca

Kemudian Komda KIPI akan melakukan audit dan evaluation daerah, kemudian memberikan keterangan terkait laporan yang disampaikan, kemudian diteruskan komnas KIPI di pusat. “Semua laporan KIPI hendaknya diperhatikan dan dicermati dengan baik. Perlu dilihat kasus yang dilaporkan, karena AstraZeneca ini kan vaksin baru jadi masih terus memonitornya,” ujar Humas PB IDI Halik Malik saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (28/3). Inggris dan Italia berharap orang-orang berusia di bawah 30 tahun diberikan vaksin selain Vaxzeria buatan AstraZeneca. EMA tetap menekankan bahwa manfaat vaksinasi dengan Vaxzeria tetap lebih besar.

Hasil itu menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca dapat digunakan untuk masyarakat berusia lanjut atau di atas 60 tahun. Dari ini, distribusi AstraZeneca dinilai bisa lebih luas karena penyimpanan relatif mudah. Mungkin analoginya adalah reaksi syok anafilaksis akibat pemberian antibiotik golongan penisilin, yang jarang terjadi, dan tidak selalu bisa diprediksi. Terkait pemberitaan tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang terjadi di luar negeri, Penny mengatakan bahwa memang KIPI bisa saja terjadi. Siti Nadia mengatakan manfaat dari vaksin AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko terinfeksi Covid-19.

Asosiasi dokter ini telah meninjau tujuh kasus pembekuan darah (Disseminated Intravascular Coagulation/DIC) dan 18 kasus gumpalan di pembuluh darah yang mengalirkan darah dari otak (Cerebral Venous Sinus Thrombosis/CVST). Hasilnya hubungan kasual dengan vaksin tidak terbukti tetapi diperlukan analisis lebih lanjut. Sebelumnya, dampak ikutan vaksinasi Covid-19 dari AstraZeneca juga ditemukan di Sulawesi Utara, dan penggunaannya sempat dihentikan sementara. Setelah dilaporkan oleh Komnas KIPI, efek sampingnya masih dalam tahap ringan seperti demam, menggigil dan pegal, sehingga vaksinasi AstraZeneca pun kembali dilanjutkan.

Hal itu menyusul tanggapan atas laporan berita tentang kematian dan efek samping yang merugikan dari penerima vaksin Covid-19 AstraZeneca di Eropa. Rusia sudah izinkan vaksin Sputnik V buatan pusat riset Gamaleja di Moskow, Agustus 2020. Walau kontroversial, ratusan ribu orang di Rusia, Belarus, India, Brasil, UAE dan Argentina telah divaksin Sputnik V. Tidak ada laporan resmi mengenai efek samping. Vaksin mRNA-1273 dari perusahaan Moderna AS, pada prinsipnya sangat mirip dengan vaksin BioNTech/Pfizer. Setelah dilakukan vaksinasi, muncul laporan efek samping berupa reaksi alergis. Efek samping diduga dipicu partikel lipid nano yang menjadi transporter unsur aktifnya, yang diuraikan oleh tubuh.

Comments are closed.