Tak Perlu Khawatir, 7 Efek Samping Ini Wajar Usai Divaksin Covid

Written by Rumano on July 9, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Terkait kriteria vaksin yang efektif, Diah menyampaikan, bahwa vaksin yang efektif harus aman, protektif untuk periode yang lama. Kemudian, sambung Diah, memiliki kemampuan menginduksi antibodi yang dapat menetralisir virus, secara biologis stabil, mudah dalam aplikasi, dan murah dalam proses produksi. Para peneliti memastikan orang dengan komorbid obesitas dan diabetes bisa menerima vaksin dan mendapatkan perlindungan yang sama. Penggunaan vaksin ini pada lansia juga menunjukkan tingkat kemanjuran yang sama dengan orang di bawah 65 tahun.

“Jika rasa nyeri menjadi semakin parah, cobalah minum pereda nyeri yang sama untuk sakit kepala,” kata Baumgarten. Apabila terasa mual setelah menerima vaksin, cobalah untuk tetap terhidrasi dengan baik dan cari solusi yang sebelumnya berhasil mengatasi mual. Alasannya karena dikhawatirkan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat mengganggu kerja vaksin di dalam tubuh. CDC juga tidak merekomendasikan tes kehamilan rutin sebelum vaksinasi COVID-19.

Dia memperingatkan, bagaimanapun, bahwa masalah kesehatan harus serius untuk menerima kompensasi. Itulah mengapa kami memiliki jaring pengaman di Denmark yang menjemput pasien yang sangat malang karena terkena efek samping yang jarang dan serius,” ujar direktur Kompensasi Pasien, Karen-Inger Bast. Penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 sebagai bentuk upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi terus memantau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, termasuk mendengarkan laporan masyarakat. Semuan efek samping vaksin Moderna itu terjadi di antara peserta uji coba vaksin Modern yang berusia antara 18 hingga 55 tahun. Bagi mereka yang memiliki kelemahan paling parah dengan efek samping yang relatif ringan pun bisa mengalami konsekuensi yang serius.

Di sisi lain, banyak pula orang tidak mengalami efek samping sama sekali. Meskipun belum jelas penyebab pastinya, BPOM yang menarik edar vaksin tersebut membuat masyarakat mempertanyakan keamanan vaksin yang akan mereka terima. Melihat fenomena tersebut, dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Tingkat Pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru mengklaim bahwa vaksin AstraZeneca aman digunakan.

Dua hari kemudian yakni pada Jumat (11/12), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin ini. Bagi yang sudah sembuh dari COVID-19 tidak disarankan untuk mendaftarkan diri dalam program vaksinasi. Mereka yang sudah sembuh dari COVID-19 dianggap telah memiliki antibodi untuk melindungi diri dari infeksi kedua. Namun pemerintah tidak secara khusus mendata atau mengetes ulang apakah orang tersebut memiliki antibodi terhadap COVID-19 atau tidak. Orang-orang yang memiliki komorbid penyakit berat seperti kanker, hipertensi, atau diabetes tidak termasuk dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Hal ini dikarenakan pengembangan vaksin harus melewati beberapa tahapan uji klinis untuk memastikan apakah vaksin tersebut efektif dan aman digunakan pada manusia, sebelum akhirnya mendapatkan izin edar dari pemerintah. Beberapa efek samping di atas merupakan efek samping ringan yang umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Munculnya efek samping tersebut sebenarnya menandakan bahwa tubuh penerima vaksin sedang membentuk kekebalan atau imunitas terhadap penyakit COVID-19.

Efek dari vaksin covid

“Bahwa gangguan pembekuan darah sebetulnya secara alami cukup tinggi, dan dengan adanya vaksinasi tidak menambah. Kalau dia disebabkan oleh vaksin pasti angka kejadiannya akan naik, ini tidak terjadi, kemudian bagaimana pun juga kita harus pantau hal ini, kita harus berhati-hati memantau secara serius, berkala. Untuk itu, pemerintah akan melanjutkan program vaksinasi COVID-19 dengan AstraZeneca karena vaksin tersebut dinilai lebih besar manfaatnya daripada risikonya. Pemerintah menemukan kejadian ikutan pasca imunisasi dalam pemberian COVID-19 buatan AstraZeneca masih tergolong ringan. Saat ini, fase kedua pemberian dosis dari upaya vaksinasi COVID-19 telah dimulai dan banyak yang telah menerima suntikan dosis kedua. WHO mula-mula menyarankan jangan mengkonsumsi obat antinyeri Ibuprofen dalam kasus infeksi virus corona.

Sesak napas atau sulit bernapas bisa menjadi gejala pembekuan darah setelah vaksinasi Covid-19. Sebab, ada banyak faktor penyebab sesak napas selain efek samping vaksin Covid-19. Dalam uji klinis vaksin Covid-19 kali ini, Kusnandi menyatakan bahwa peneliti memang menemukan efek samping ringan pada relawan. “Dengan menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap, tubuh Anda akan tiga kali lebih kuat proteksinya dalam melawan virus penyakit dibandingkan mereka yang tidak divaksin. Ini akan membantu dalam proses percepatan penyelesaian pandemi.” pungkasnya.

Tahap pengembangan vaksin maupun obat-obatan umumnya memakan waktu yang cukup lama, bahkan bisa hingga bertahun-tahun. Jika Anda mengalami lengan nyeri, Anda dapat minum antihistamin atau mengoleskan kortison topikal untuk meredakan gatal. Setelah hilang dan saatnya untuk dosis kedua Anda, pertimbangkan untuk mengganti lengan yang akan disuntik.

Comments are closed.