Video

Written by Rumano on July 22, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga Windu Purnomo menilai keputusan BPOM memberikan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 bagi lansia sudah tepat. Menurutnya, program vaksinasi yang bertujuan untuk mengendalikan pandemi memang seharusnya memiliki prioritas, apalagi vaksin yang digunakan tidak bisa diperoleh secara serempak. Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat lanjut usia , menjadi penerima vaksinasi Covid-19 prioritas tahap II. Saat ini Kementerian Kesehatan telah membuka pendaftaran, maka masyarakat Lansia harus memperhatikan langkah-langkah untuk mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin Covid-19.

Menurut dr. Iqbal, vaksin Sinovac belum dapat diberikan pada lansia yang mengalami hipertensi, diabetes, kanker, penyakit kronis, serangan jantung, gagal jantung , nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke ataupun gagal ginjal. Pada 5 Februari 2021 kemarin, BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin, yang diberikan dalam selang waktu 28 hari. Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait vaksin COVID-19 untuk lansia, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi ALODOKTER. “Meskipun nanti sudah di vaksinasi kita tetap harus melaksanakan program kesehatan 3M meskipun kita telah divaksinasi. Karena kemungkinan kita untuk terpapar virus akan tetap ada namun kemungkinan untuk penderita gejala parah akan semakin kecil,” ucap dr. Nadia.

Vaksin bagi lansia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Vaksin pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan imunitas pada tubuh. Kemudian menjaga tubuh agar tidak dapat terinfeksi oleh serangan virus, bakteri dan kuman. Ia menyontohkan penyakit yang diderita lansia seperti hipertensi, gula darah.

“Kalau penyakitnya tidak terkendali maka tidak bisa divaksinasi, untuk lansia dengan komorbid yang masih terkendali itu masih bisa diberikan vaksinasi asalkan penyakitnya terkontrol,” tutupnya. Efek samping yang dirasakan pun sebagian besar berupa reaksi lokal dan bersifat sementara. Efek-efek tersebut dapat diatasi dengan pengobatan sederhana seperti parasetamol dan istirahat. Penny menuturkan, BPOM mendukung upaya FKUI untuk ambil bagian dalam uji klinis yang bersifat internasional ini. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptocossus pneumoniae atau lebih Anda kenal dengan sebutan kuman pneumokokus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, setidaknya ada 100 juta dosis vaksin yang nasibnya masih terombang-ambing untuk bisa masuk ke Indonesia. Sudinkes Pemkot Jakarta Utara sudah mulai melakukan program vaksinasi untuk lanjut usia . Badan POM telah membahas bersama Tim Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli di bidang vaksin, ITAGI , Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi, dan Dokter Spesialis Geriatrik dalam menetapkan keputusan penggunaan vaksin COVID-19 untuk lansia.

Dalam proses verifikasi, peserta diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk mengkonfirmasi domisili sertascreening sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita. Jika terkendala jaringan, maka proses registrasi dan verifikasi dapat dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di kecamatan. Setelah diklik, keluarlah formulir pendafataran yang harus diisi sesuai kolom yang sudah tersedia.

Kalau tenaga kesehatan risikonya tinggi karena sering dan banyak terekspos virus. Kalau lansia didahulukan karena risikonya tinggi, kalau terkena, kemungkinan fatalnya besar,” ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu dikutip dari laman Setkab. Dari uji klinis ini juga ditemukan bahwa efek samping yang dirasakan umumnya bersifat ringan dan sedang. Efek samping lainnya yang juga bisa muncul adalah demam, rasa lelah, batuk ringan, mual, dan diare. Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Sinovac sudah terbukti aman dan efektif pada lansia.

Negara-negara dengan beban obesistas tinggi mengalami beban kematian tinggi pula terkait Covid-19. Dalam hal ini, kematian akibat virus corona sepuluh kali lebih tinggi di negara-negara di mana lebih dari setengah populasinya kelebihan berat badan. Liputan6.com, Jakarta Penelitian menyebutkan efek samping dari vaksinasi COVID-19 pada lanjut usia sejauh ini tidak terlalu parah, efek vaksinasi pun dapat diminimalisasi dengan berbagai cara. Kemudian pertanyaan terakhir apabila mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir. “Kalau jawabannya ya lebih dari tiga pertanyaan ini maka vaksinasinya ditunda dulu. Kondisinya diperbaiki dulu, kalau punya hipertensi ya dikontrol, kencing manis ya dikontrol,” ujarnya. Selain itu program vaksinasi drive through ini free of charge dan tidak dipungut biaya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Comments are closed.